Sabtu, 22 Januari 2011

Syukur Ni'mat

SYUKUR NI'MAT
oleh: Harbayanti Abdi, M.Pd.I
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Talun

Ciri-ciri orang yang bersyukur diantaranya adalah hatinya ikhlas-gembira menerimanya dan lisannya selalu mengucapkan alhamdulillahirobbil'alamin. Dalam al Qur'an surat 16:114 Allah berfirman "…wasykuruu ni'matallahi inkuntum iyyaahu ta'buduuna", yang artinya dan syukurilah ni'mat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
Hakikat syukur ialah menampakkan ni'mat antara lain menggunakannya sesuai tempatnya dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut pemberinya dengan baik. Oleh sebab itu semua ni'mat yang kita terima harus menjadi kekuatan yang positif dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Diberi izin tinggal lebih lama di bumi Allah yang Maha Luas dalam keadaan sehat wal'afiat, harus benar-benar disyukuri dengan beribadah yang sebaik-baiknya. Dikarunia keluarga yang lengkap, harus disyukuri dengan mendidik dan merawat keluarga agar menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah. Diberi amanah pangkat dan jabatan yang tinggi, harus disyukuri dengan penuh tanggung jawab semata-mata kepada Allah. Janganlah kita menjadi kufur ni'mat sehingga Allah menimpakan adzab seperti umat terdahulu yang ingkar terhadap ni'mat Allah.
Kalau saja semua ni'mat yang besar maupun ni'mat yang kecil selalu kita syukuri, insyaallah akan bertambah ni'mat yang Allah berikan kepada kita. Sebagaimana firmannya dalam al Qur'an surat Ibrohim ayat 7 "wa idzta-adzdzana robbukum lainsyakartum la-aziidannakum wa lainkafartum inna 'adzaabii lasyadiid" yang artinya, Dan tatkala Tuhan kamu memaklumkan : Sesungguhnya demi, jika kamu bersyukur pasti Aku tambah kepadamu dan jika kamu kufur sesungguhnya siksa-Ku amat pedih"
Ini berarti setiap ni'mat yang dianugerahkan Allah, menuntut perenungan, untuk apa ia dianugerahkan-Nya, lalu menggunakan ni'mat tersebut sesuai dengan tujuan pemberiannya. Contoh wilayah Kabupaten Cirebon yang berbatasan dengan laut Jawa, Allah menciptakan laut dan menundukkannya untuk digunakan manusia dengan tujuan "agar dapat dimakan dagingya (dari ikan) yang segar dan agar manusia mengeluarkan darinya perhiasan (mutiara) yang dipakai dan agar manusia membuat bahtera-bahtera untuk mencari karunia-Nya" (QS 16:14). Maka mensyukuri ni'mat laut menuntut kerja keras dan cerdas sehingga apa yang disebut di atas akan diperoleh. Semakin giat seseorang bekerja, dan semakin bersahabat dia dengan lingkungannya, semakin banyak pula yang dinikmatinya. Itulah artinya syukur menambah ni'mat.
Di sisi lain di alam raya termasuk perut bumi, terdapat sekian banyak ni'mat Allah yang terpendam, ia harus disyukuri  dalam arti digali dan dinampakkan. Menutupi atau dengan kata lain mengkufurinya dapat mengundang kekurangan yang melahirkan kemiskinan, penyakit, rasa lapar, cemas dan takut. Itulah akibatnya jika kita tidak memanfaatkan ni'mat yang Allah berikan sebagaimana kehendak-Nya, maka Allah akan mengurangi ni'mat itu bahkan kita terancam mendapat siksa-Nya dengan berkurang atau hilangnya ni'mat itu, atau jatuhnya musibah kepada kita akan terasa amat pedih.  Janganlah kita mengira bahwa kehidupan ini seratus persen hanya untuk kebaikan kita. Ini tidak mungkin terjadi kecuali nanti di surga. Urusan dunia semuanya relatif. Tidak semua yang kita inginkan terpenuhi. Pasti akan datang ujian, misalnya sakit, musibah, bencana. Karena itu bersyukurlah saat senang dan bersabarlah saat susah.
Pandanglah besar terhadap suatu ni'mat yang Allah berikan walaupun mungkin ni'mat itu terasa kecil, jangan melihat kecilnya tapi lihatlah bahwa yang memberi ni'mat itu adalah Allah Yang Maha Besar. Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan berbagai ni'mat terhadap hambaNya yang tak terhingga jumlahnya. Sebagaimana firman Allah QS. An Nahl:18 "wa in ta'udduu ni'matallahi laa tuhshuuhaa innallaaha laghofuururrahiim", dan jika kamu menghitung-hitung ni'mat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Hendaknya setiap muslim tidak melihat orang lain dengan pandangan cemburu atau iri hari, dengki, atas segala kelebihan ni'mat yang Allah berikan kepada orang lain. Karena hal itu akan mengurangi rasa syukur kita terhadap ni'mat yang sudah Allah berikan kepada kita. Akibatnya apa yang kita 'cemburui' dari ni'mat orang lain, tidak kita dapatkan. Ditambah lagi ni'mat yang telah Allah berikan kepada kita akan dicabut karena kurangnya rasa syukur kita terhadap ni'mat yang telah Allah berikan. Semua itu adalah akibat cemburu, iri, dan kufur terhadap ni'mat yang telah Allah berikan. Hitunglah ni'mat Allah kepada kita, jangan menghitung-hitung kesusahan kita agar kita tidak termasuk orang-orang yang ditimpa siksa yang pedih sebagaimana umat terdahulu yang kufur ni'mat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Out of Comfort Zone

Bismillah Sebagai warganet, sulit rasanya untuk tidak terlibat, setidaknya ikut beropini dalam kejadian-kejadian yang ramai diberitakan...