Jumat, 28 Januari 2011

Masjid Cuma Buat Numpang Sholat

Mengembalikan Fungsi Masjid

Shubuh tadi, seperti biasa ku langkahkan kaki ke masjid. Dan seperti biasa, jamaah subuh, tak pernah lebih dari satu shaf.
Setelah sekian lama, baru tadi shubuh saya seolah sadar, atau lebih tepatnya "ngeuh" dengan beberapa fenomena, yang setelah saya renungkan sambil berjalan pulang, rupanya luput dari perhatian saya.
Yang pertama, selain Imam, saya dan seorang makmum lainnya, ketika imam membaca doa qunut, makmum lain tidak ada yang ikut qunut. Walaupun hal itu bagi saya sebetulnya bukanlah sebuah masalah, hanya saja, seketika saya "ngeuh" bahwa seandainya saya yang jadi imam dan qunut, berarti saya baca buat sendiri sajalah... lha wong kalo saya baca untuk makmum juga mereka ndak ngaminin...hehehehe...
Lagi-lagi sebetulnya "its not a big deal... cuma, kaidah orang shalat berjamaah khan, Imam menjadi pusat segalanya, apapun yang dia lakukan, selama hal tersebut berada dalam konteks sholat, hatta bahwa hal tersebut adalah sunnah, mbok ya diikuti... Imam qunut ya ikut qunut, imam ndak qunut.. ya kita ndak usah qunut.. Saya pikir itu "Etika"... Etika Shalat Berjamaah..
dan Sekali lagi saya tekankan.. buat saya, IT IS NOT A BIG DEAL... toh cuma sunnah. hanya saja, ternyata hal itu baru saya sadari tadi pagi..
Hal yang kedua, Jamaah subuh tadi pagi, sebagaimana jamaah shalat rawatib lainnya... banyak yang saya kenal, dan banyak pula yang tidak saya kenal. Biasanya, setelah shalat berjamaah, dilanjutkan dengan wirid dan doa bersama, diakhiri dengan bersalaman tanda silaturahmi. namun beberapa jamaah ini, yang kebanyakan bercelana cingkrang dan berjenggot ala wedus (jenggot sedikit di piara), lebih memilih komat-kamit sendiri, berdoa tanpa mengangkat tangan, dan kabur sedapat mungkin sebelum jamaah lainnya bersalaman.
Padahal, saya juga gak keberatan kok untuk sekedar bersalaman, mengucap salam dan saling mendoakan, hatta sekedar saling jabat tangan.
Lagi-lagi, soal doa, wirid, buat saya gak jadi masalah ... tapi.. karena saya kedatangan dua temen saya, jadi saya akhiri saja sampai disini, dan pasti kan saya sambung lagi... oke???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Out of Comfort Zone

Bismillah Sebagai warganet, sulit rasanya untuk tidak terlibat, setidaknya ikut beropini dalam kejadian-kejadian yang ramai diberitakan...